Jimat atau pegangan yang cocok untuk pedagang

Berdagang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan rejeki, bahkan dengan berdagang maka peluang untuk menjadi kaya akan lebih besar daripada bekerja menjadi karyawan/pegawai. Dengan berdagang, penggasilan seseorang bisa berkembang lebih cepat dibanding dengan bekerja menjadi karyawan yang penghasilannya cenderung flat tiap bulannya.

Tapi seringkali banyak para pedagang yang memilih beralih profesi menjadi karyawan/buruh karena dagangannya tidak laku dan penghasilannya tidak menentu sedangkan kebutuhan hidup setiap harinya harus dipenuhi. Dengan menjadi karyawan maka penghasilan tiap bulannya bisa dipastikan ada dan stabil asal bisa mengatur penggunaannya.

Karena alasan itulah banyak para pedagang yang kemudian memilih menjadi karyawan karena usahanya gulung tikar karena kehabisan modal untuk biaya operasional, gaji karyawan dan kebutuhan sehari-hari. Apalagi jika modal yang digunakan merupakan pinjaman dari Bank yang harus membayar angsuran tiap bulannya, sedangkan barang dagangannya tidak laku.

Dalam berdagang kita harus memperhatikan berbagai aspek agar bisa bertahan dan berkembang. Mulai dari:

– Pemilihan lokasi yang harus strategis.

– Tersedianya sarana pendukung seperti lahan parkir yang memadai.

– Lingkungan yang aman dan nyaman.

– Selalu mengutamakan kualitas barang dagangan.

– Harga yang terjangkau.

– Memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

Selain melakukan semua usaha tersebut, kita juga perlu melakukan usaha lain dari sisi spiritual seperti berdo’a atau menggunakan sarana lain seperti uang asmak untuk menarik energi kerejekian dan keberuntungan agar selalu datang.

Uang asmak adalah sarana spiritual uantuk kelancaran rejeki. Terbua dari uang kono yang dirajah khusus dan di doakan supaya memiliki energi yang kuat untuk pelarisan. Uang asmak dapat disimpan dalam dompet atau disimpan dalam laci penyimpanan uang di toko atau kios sehingga uang-uang lain akan datang lebih banyak dengan cara melariskan dagangan.

Tapi perlu diketahui bahwa uang asmak bukanlah uang balik yang jika dibelanjakan akan kembali lagi. Kami sama sekali tidak menganjurkan penggunaan uang balik karena jelas-jelas merugikan orang lain dan biasanya uang balik akan meminta tumbal karena yang bekerja adalah jin atau prewangan dari golongan hitam.

Sedangkan uang asma’ hanya berisi do’a-do’a yang dikhususkan untuk orang yang memilikinya agar dia senantiasa dilimpahi rejeki dari segala arah. Jika pemiliknya berprofesi sebagai seorang pedagang, maka barang dagangannya akan laris diserbu pembeli dan otomatis rejekinya akan bertambah lebih banyak.

Uang asma’ juga tidak memerlukan ritual-ritual tertentu atau mengharuskan pemiliknya harus melakukan syarat-syarat tertentu yang menyimpang dari ajaran agama, karena uang tersebut hanya merupakan media do’a saja tanpa bantuan dari jin/prewangan yang biasanya akan menuntut sesuatu sebagai imbalan dari pekerjaannya.

Untuk pemesanan Uang Asma’ atau benda-benda pusaka lainnya, silahkan menghubungi kami via WA 0816975404